Stanislus, Polandia: 1079

Bolislaus, yang adalah raja Polandia kedua, seorang yang ramah, tetapi memiliki hati yang kejam. Ia segera dikenal atas tindakannya yang sadis. Stanislus, Uskup Cracow di Sungai Vistula, dengan berani menceritakan kesalahan raja dalam percakapan pribadinya dengan sang raja dengan harapan bahwa ia dapat menghentikan kekejamannya terhadap rakyatnya. Meskipun dengan sukarela mengakui besarnya kejahatannya, Bolislaus menjadi… Read More Stanislus, Polandia: 1079

Kiffien, Jerman: 689 M

Kiffien, seorang Uskup Romawi yang saleh, yang berkhotbah kepada orang-orang kafir di Franconia, Jerman. Di Wurzburg ia mempertobatkan gubernur, Gozbert, yang kesaksiannya begitu saleh sehingga dalam selang waktu dua tahun hal itu mengilhami sebagian besar penduduk kota itu untuk bertobat. Pada 689 M, Kiffien meyakinkan gubernur bahwa pernikahannya dengan janda saudaranya adalah berdosa. Oleh karena… Read More Kiffien, Jerman: 689 M

Penganiayaan di Alexandria: 386 M

Kaisar memberi otoritas kepada George, Uskup Alexandria yang menganut Arianisme untuk menganiaya orang Kristen sejati di kota itu. Uskup mulai melakukannya dengan kekejaman yang luar biasa. Beberapa pemimpin pemerintahan, jenderal pasukan Mesir dan pejabat Romawi tingkat tinggi ikut membantunya. Selama penganiayaan, imam ortodoks diusir dari Alexandria dan gereja-gereja mereka ditutup. Kedahsyatan hukuman yang dikenakan pada… Read More Penganiayaan di Alexandria: 386 M

Penganiayaan di Thrace: Sekitar 363 M

Seorang Kristen bernama Emilianus dibakar di tiang dan seorang yang bernama Domitius, disembelih dengan pedang di gua tempat ia berusaha bersembunyi dari para penganiaya. Kaisar Julian mati pada tahun 363 M karena luka-luka dalam peperangan di Persia, dan digantikan oleh Jovian, yang melakukan perdamaian dengan Persia dengan memberikan semua wilayah Romawi di seberang Sungai Tigris.… Read More Penganiayaan di Thrace: Sekitar 363 M

Penganiayaan di Alexandria: Sekitar 363 M

Di Alexandria orang-orang Kristen yang menjadi martir begitu banyak jumlahnya sehingga sulit dihitung. Mereka dibunuh dengan pedang, dibakar, disalibkan, dan dilempari batu. Beberapa orang perutnya dibe1ah terbuka dan dimasuki butir-butir gandum. Babi-babi kemudian dilepaskan ke arah mereka supaya makan butir-butir gandum itu dan usus mereka. Berapa lama martir itu hidup selama penyiksaan tentu saja tergantung… Read More Penganiayaan di Alexandria: Sekitar 363 M