John Frith 1533

foxe200-frith-hewet
Frith dan Hewet dibakar

Setelah menyebutkan John Frith dalam kisah kita ten tang pekerjaan dan kemartiran John Tyndale, kita akan membicarakan beberapa hal tentangnya di sini.

Master Frith adalah orang muda yang terkenal karena kesalehan, kecerdasan, dan pengetahuannya. Dalam dunia sekuler ia bisa mencapai pre stasi yang tinggi sesuai keinginannya, tetapi ia justru memilih untuk melayani gereja dan bekerja untuk kepentingan orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Ia belajar di Cambridge dan di sana berkenalan dengan William Tyndale, yang menanamkan akar yang dalam ten tang Injil yang sejati dan kesalehan yang tulus dalam dirinya.

Sekitar saat itu, Thomas Wolsey, kardinal York, membangun sekolah baru di Oxford. Wolsey diangkat menjadi wakil paus, agen langsung paus, bagi Inggris pada 1518, dan ini membuatnya menjadi imam yang paling berkuasa di Inggris. Ia juga seorang yang ambisius dan tamak, yang melakukan pekerjaan gereja hanya untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain. Ia membiayai pembangunan sekolah barunya dengan me nutup sejumlah biara dan menggunakan uang yang dianggarkan untuk biara itu; ia juga membangun istana untuk dirinya sendiri di Hampton Court di sisi kiri Sungai Thames, tepat 22,5 km di sebelah atas pus at kota London. Dari 1513 sampai 1529 ia menjadi penasihat utama Henry VIII, tetapi ia kehilangan perkenan raja ketika ia gagal mendapatkan persetujuan Paus atas perceraian Henry dengan Catherine dari Aragon.

Untuk sekolah barunya, Wolsey mengumpulkan perabot yang terbaik dari institusi gereja di se1uruh Inggris dan mendapatkan profesor yang terbaik yang tersedia. Di antara mereka terdapat John Frith. Pertama-tama Wolsey sangat senang dengan para profesornya dan tingkat pendidikan yang mereka hasilkan untuk sekolahnya, tetapi kemudian ia mengetahui bahwa banyak di antara mereka mengadakan pertemuan untuk membahas penyelewengan Gereja Roma, jadi ia menyuruh mereka ditangkap dengan tuduhan bidat dan dipenjarakan. Secara alamiah, John Frith termasuk di dalamnya.

Tidak lama sete1ah penangkapannya, Frith dilepaskan dari penjara dengan syarat bahwa ia tinggal dalam jarak 16 km dari Oxford. Namun, daripada tinggal di sekitar penjara, Frith segera meninggalkan Inggris, lalu pergi ke Eropa. Ia pergi ke Jerman dan bertemu dengan William Tyndale dan tokoh lainnya yang juga telah meninggalkan Inggris untuk melepaskan diri dari eksekusi. Ia tinggal jauh dari Inggris selama dua tahun kemudian dengan diam-diam masuk kembali ke negara itu.

Dengan menggunakan baju yang jelek sebagai penyamaran, Frith pergi ke Reading, tepat di sebe1ah barat London untuk menemui kepala biara. Namun, di Reading ia ditangkap sebagai pengembara – seorang tuna wisma – dan dimasukkan ke penjara khusus sampai ia bisa dikenali. Tahanan semacam itu jarang diberi makan dan ketika Frith jatuh sakit karena kelaparan, ia memohon untuk bertemu dengan kepala sekolah lokal, Leonard Cox.

Ketika Cox tiba, Frith berbicara kepadanya dalam bahasa Latin dan mengeluh tentang pengurungannya. Mereka juga berbicara satu dengan yang lain dalam bahasa Latin. Ketika mereka selesai, Cox pergi ke petugas Reading dan memberi tahu mereka bahwa seorang mud a yang berpendidikan tinggi dan sangat berbakat seharusnya tidak dimasukkan ke penjara semacam itu. Frith segera dilepaskan. Namun, kebebasannya hanya berlangsung singkat karena Sir Thomas More, yang pada saat itu menjadi duta Inggris, telah menawarkan hadiah untuk penangkapannya dan telah mencari-carinya di seluruh Inggris. Frith terus-menerus menyamar dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi ia akhirnya ditangkap dan dipenjarakan di Menara London.

[Ironisnya, pada 1534, Thomas More, yang bertanggung jawab atas penangkapan dan pembakaran banyak orang dengan tuduhan bidat, dipenjarakan di Menara London yang sama karena menolak untuk mengakui Raja Henry VIII sebagai kepala Gereja Inggris yang tertinggi. More dianggap bersalah karena pengkhianatan dan dipenggal kepalanya pada tanggal 6 juli 1535. Pada 1535 Gereja Roma menyatakan More sebagai orang kudus dan menjadikannya orang kudus.]

Setelah beberapa saat, Frith muncul di depan Uskup Agung Canterbury kemudian Uskup Winchester, untuk memberikan pembelaan terhadap tuduhan sebagai bidat. Ia juga muncul di depan sidang uskup London. Ia diperiksa dalam dua masalah kesesatan: api penyucian, substansi roti, dan anggur komuni. Tidak secara kebetulan, ia dan Thomas More telah berhubungan selama beberapa kali sementara ia ada di penjara, dan membahas hal-hal yang sarna ini dalam surat-surat mereka.

Selama pemeriksaannya di depan Uskup, Frith menyatakan bahwa ia tidak bisa menyetujui mereka dalam masalah artikel iman yang harus ia percayai, apa pun risiko hukumannya, yaitu ketika imam berdoa selama kebaktian, substansi roti, dan anggur diubah menjadi tubuh dan darah juruselamat kita Yesus Kristus secara aktual meskipun penampilannya tetap sarna. Dan meskipun itu memang sedemikian meskipun itu tidak ia percaya, itu seharusnya tidak merupakan artikel iman. Namun, seperti biasanya dalam tuduhan kebidatan di depan Inkuisisi, tidak ada pembelaan yang masuk akal yang bisa mengubah keputusan hukuman yang sudah diputuskan sebelumnya.

Demikianlah John Frith dibawa kembali ke depan para uskup pada tanggal 20 Juni 1533; dan di sana dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar. Pada tanggal 4 Juli ia dibawa ke tempat eksekusi, tempat upacara yang khidmat, sermo generalis, pertama diadakan kemudian kayu bakar dinyalakan di sekeliling dirinya dan beberapa orang lain yang juga dibakar dengan tuduhan bidat. Andrew Hewet dibakar di sebelah Frith dan angin yang kuat pada hari itu bertiup dari tiang Frith menuju Hewet sehingga api tersebut membakar Hewet lebih cepat dan membuat Frith terbakar lebih perlahan. Meskipun penderitaannya diperlama, Frith tampak bahagia sehingga memperpendek penderitaan temannya sesama martir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s