Penganiayaan Mesir: Sekitar 325-340 M

Sekitar tahun 318 M, Arius, seorang imam Kristen di Alexandria, Mesir, menerbitkan doktrin yang menyatakan bahwa Yesus Kristus hanya ciptaan semata yang tidak ada dari kekekalan dan karena itu tidak sejajar dengan Allah. Untuk mengatasi doktrin ini, Konstantinus mengimbau diadakan Konsili Ekumenikal (dari kata Yunani ‘oikumenos’, keluarga Allah) di Nicaea. Konsili mengutuk Arius dan pengajarannya, yang sekarang disebutArianisme serta menyatakan kesetaraan yang sempurna antara Bapa dengan Anak; dan Bapa dan Anak terdiri dari “satu zat.”

Meskipun sudah ada keputusan konsili, masalah Arianisme belum terselesaikan. Kaisar Konstantinus II, anak Konstantinus, mendukung Arianisme setelah kematian ayahnya, demikian juga Valens, satu di antara penerusnya, yang berbagi kekuasaan kekaisaran dengan saudaranya, Valentinian I, yang mengangkatnya menjadi kaisar di Timur. Dengan bertakhtanya Konstantinus II, kaum Arian meningkat kekuasaannya dan mulai menganiaya orang-orang Kristen Ortodoks; maksudnya, orang-orang Kristen yang berpegang pada iman ten tang keilahian Kristus. Athanasius, bapa Yunani dari Alexandria, yang adalah pembela ortodoksi Kristen terhadap Arianisme dan banyak Uskupnya dibuang dari Alexandria dan posisi mereka diisi oleh kaum Arian.

Komandan pasukan Romawi di Mesir, Artemius, yang mengaku sebagai seorang Kristen, dicopot jabatannya, kemudian harta miliknya, kemudian kepalanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s